Jumat, 20 April 2012

Entah ( iwan fals )


Entah mengapa aku tak berdaya

Waktu kau bisikkan,

"Jangan aku kau tinggalkan"

Tak tahu di mana ada getar terasa

Waktu kau katakan

"Kubutuh dekat denganmu"


Seperti biasa aku diam tak bicara

Hanya mampu pandangi

Bibir tipismu yang menari


Seperti biasa aku tak sanggup berjanji

Hanya mampu katakan:

"Aku cinta kau saat ini"

Entah esok hari

Entah lusa nanti

Entah


Sungguh mati betina

Aku tak mampu beri sayang yang cantik

Seperi kisah cinta di dalam komik


Sungguh mati betina

Buang saja angan angan itu

Lalu cepat peluk aku

Lanjutkan saja langkah kita

Rasalah....

Rasalah....

Apa yang terasa

Doa ( iwan fals )


Berjamaah
Menyebut asma ALLAH
Saling asah saling asih saling asuh

Berdoalah
Sambil berusaha
Agar hidup jadi tak sia sia

Badan sehat
Jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau

Hidup berkah
Penuh gairah
Mudah mudahan ALLAH setuju

Inilah lagu pujian
Nasehat dan pengharapan

Dari hati yang pernah mati
Kini hidup kembali

Cik ( iwan fals )


Cepat kemari calon istriku
Ajarkan aku setiap pagi
Kucium mesra bibirmu

Larilah dekap tubuhku erat
Otakku buntu aku tak tahu
Hadapi soal serupa itu
Nona cantik calon istriku tolonglah aku

Pikat hatiku dengan tingkahmu
Sebelum kita siap arungi
Lautan luas penuh tantangan
Tampak perahu kecil kita menunggu di dermaga

Riak gelombang suatu rintangan
Ingat itu pasti kan datang
Karang tajam sepintas seram
Usah gentar bersatu terjang

Ulurkan tanganmu
Pasti kugenggam jarimu
Kecup mesra hatiku
Rintangan kuyakin pasti berlalu

Ulurkan tanganmu
Pasti kugenggam jarimu
Kecup mesra hatiku
Rintangan kuyakin pasti berlalu

Riak gelombang suatu rintangan
Ingat itu pasti kan datang
Karang tajam sepintas seram
Usah gentar bersatu terjang

Cepat kemari calon istriku
Ajarkan aku setiap pagi
Kucium mesra jidatmu

Larilah dekap tubuhku erat
Otakku buntu aku tak tahu
Hadapi soal serupa itu
Nona cantik calon istriku tolonglah aku

Pikat hatiku dengan tingkahmu
Sebelum kita siap arungi
Lautan luas penuh tantangan
Tampak perahu kecil kita menunggu di dermaga

Rabu, 18 April 2012

For Green And Peace ( iwan fals feat. Djody, Doddy and Jabo)

I am jealous of the moonshine
I am jealous of the sun's rays

Oh sun the sun above
You are the soul of life
Moon full moon above
Your light in this darkening the world
In the eyes for peace and tranquility

Water of love
You are the blood that ruin through my veins

There are more and more conflicts
Even without the threat of nuclear games
Civilized economy and technology
Did not bear the green and peace movement

Let us sing
For the world of green and peace
Let us sing
For the rejuvination of the universe constitution

Let’s echo the word

Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace

Sing the song for the world of green and peace

Human civilitation
Witness how greed ruins natures harmony
The earth shaltering the atmosphere is heating up
The stars would never shine

The beginning of the millenium
Bring war criminals
Witness Bosnia, Somalia, Palestine
Watch the world crumbles plagued by terrorism

Singing together

Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace

The sun, the earth, the moon and the stars
You are the witness for the universe constitution
Constitution and democracy made by the men
Could never solve problems world conflict

Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira ( iwan fals )

Bekas tapak tapak sepatu
Yang kupakai selalu ikuti
Kemana ku berjalan

Debu dan keringat
Yang ada diatas kulit tubuh ini
Saksi bisu bahwasannya
Tak mudah dan tak segampang
Yang selama ini aku sangka tentang asmara

Cermin di segala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat

Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan
Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka

Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia hidup dalam alam ini

Maafkan kalau ku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang dan tak secengeng
Yang kukira yang kusangka

Selasa, 10 April 2012

14_04_84

Tahukah kau
Kurindu dirimu
Tahukah kau

Rasakah kasih
Cintaku putih
Rasakah kasih

Saat gelisah begitu buas hancurkan jiwa
Saat tak kuat lagi memendam marah

Sungguh aku cinta (sayang) kau

Jangan didik anak kita penakut
Jangan ajar anak kita pengecut
Tolong kabarkan tinjuku untuknya
Demi kebenaran yang nyata

Istriku manis senyum yang manis
Anakku jantan tertawalah lantang
Istriku manis jangan menangis
Anakku jantan murkalah jantan

Jumat, 06 April 2012

Ya Atau Tidak ( Iwan Fals )

Bicaralah nona, jangan membisu
Walau s'patah kata tentu kudengar
Tambah senyum sedikit apa sih susahnya
Malah semakin manis semanis tebu

Engkau tau isi hatiku
Semuanya sudah aku katakan
Ganti kamu jawab tanyaku
Ya atau tidak itu saja

Bila hanya diam aku tak tahu
Batu juga diam, kamu kan bukan batu

Aku tak cinta pada batu
Yang aku cinta hanya kamu
Jawab nona dengan bibirmu
Ya atau tidak itu saja

Tak aku pungkiri aku suka wanita
Sebab aku laki-laki masa suka pria

Kau kuraslah isi dadaku
Aku yakin ada kamu di situ
Jangan diam bicaralah
Ya atau tidak itu saja

Sunatan Massal ( iwan fals )

Bukan lantaran kerjaan brutal
Ujungnya daging harus dipenggal
Di bumi insan makin berjejal
Hingga terjadi sunatan massal

Tersenyum ramah si bapak mantri
Kerja borongan dapat rejeki
Berbondong bondong bocah sekompi
Mesti dipotong ya disunatin

Si bapak mantri bukannya bengis
Meskipun tampak sedikit sadis
Kerinyut hidung bocah meringis
Sedikit tangis anunya diiris

Buyung menginjak masa remaja
Seiring doa ayah dan bunda
Sebagai bekal masa depannya
Agar menjadi anak yang berguna

Hei sunatan massal
Aha aha
Sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Hei hari bahagia
Aha aha
Bersuka ria
Aha aha
Ada yang berjoget tari India
Stambul cha-cha dan tari rabana

Hei sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang
Sunatan massal berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Mabuk Cinta ( Iwan Fals )

Pagi ini ayamku berkokok keras sekali

Seperti memaki bangunkan aku dari mimpi

Daram diram diram dararam diram dararam

Hari ini pacarku yang cantik telah kembali

Melelehkan hatiku yang s’lama ini mati suri

Aku bahagia, sekali lagi ku jatuh cinta

Hari istimewa, kar’na kau kembali percaya padaku


Reff I :

Woo… hari ini aku bahagia

Kau kembali

Woo… hari ini aku bahagia

Jatuh cinta lagi

Wangi bunga, hangat mentari

Semua jelas kurasakan asyik sekali

Rasa benci, sakit hati

Terbang menghilang, jauh pergi

Aku bahagia…

Denganmu lagi ku jatuh cinta

Hari istimewa, kar’na kau kembali percaya padaku

Kembali ke: Reff 1

Jika aku tahu dari dulu saja

Aku tak mau khianati kamu

Jika aku tahu begini rasanya
Aku mau bahagia sampai mati

Reff I I: Woo… hari ini aku bahagia

Kau kembali

Woo… hari ini aku bahagia

Jatuh cinta lagi

Uuh… hari ini aku bahagia

Kau kembali

Uuh… hari ini aku bahagia

Jatuh cinta lagi

Ku mabuk cinta

Ku mabuk cinta

Lagi-lagi mabuk… lagi-lagi cinta

Bolak-balik jatuh… bolak-balik cinta

Ku mabuk cinta

Ku mabuk cinta

Orang Pinggiran ( Iwan Fals )

Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Ada di trotoar...o ea eo...o ea eo...
Ada di bis kota...o ea eo...o ea eo...
Ada di pabrik-pabrik...o ea eo...o ea eo...

Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Di terik mentari...o ea eo...o ea eo...
Di jalan becek...o ea eo...o ea eo...
Menyanyi dan mentari...o ea eo...o ea eo...

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit-langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Didalam lingkaran...o ea eo...o ea eo...
Berputar-putar...o ea eo...o ea eo...
Kembali ke pinggiran...o ea eo...o ea eo...

Orang pinggiran buakan pemalas
Orang pinggiran pekerja keras
Orang pinggiran tidak mengeluh
Orang pinggiran terus melangkah

17 Juli 1996 ( Iwan Fals )

Gonjang ganjing gonggongan anjing
Anjing herder sampai anjing peking
Dar der dor otak digedor
Dengan pelor hati di teror

Ngeles !...

Sas sis sus dengar desas desus
Banyak kasus bikin sakit usus
Hang heng hong berita bohong
Kongkalikong sindikat king kong

Cuek aje !...

Kwek kwek kwek suara bebek
Merem melek denger geledek
Dalam benteng diadu gambreng
Bandar judi tambah mentereng

Untung banyak do’i !...

Sengkuni kilik sana sini
Kurawa dan Pandawa rugi
Dewa dewa kerjanya berpesta
Sambil nyogok bangsa manusia

Hancur !...

Hak asasi hidup disini
Tinggal kata tinggal piagam
Bukan keki bukan bukan patah hati
Sebab hukum berwajah muram

Busyet dah !...

...Habis !...

Maaf Cintaku ( Iwan Fals )

ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu

Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu

Mengertilah
Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Mengertilah
Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku
Aku nasehati kamu

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Maaf cintaku
Aku nasehati kamu

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Pesawat Tempur ( iwan fals )

Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur

Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar

Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak

Kalau saja aku bukanlah penganggur
sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak, bilang saja iya...
Iya lebih baik daripada kau menangis

Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x

Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh...ya andaikata tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya

Oh... ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum

Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku

Generasi Frustrasi ( Iwan Fals )

Generasiku banyak yang frustasi
Broken home istilah bule bule luar negeri
Mereka muak lihat papi mami bertengkar
Mereka jijik lihat papi mami selalu keluar
Ada urusan yang tak masuk diakal
Mami sibuk cari bujangan
Papi sibuk cari perawan

Timbang kesal lebih baik aku berhayal
Jadi orang besar seperti Hitler yang tenar
Jadi orang tenar persis Carter juragan kacang

Mata cekung badan persis capung
Tingkah sedikit bingung pikiran mirip mirip orang linglung
Rambut selalu kusut disuruh selalu manggut manggut
Duduk di sudut eh kasihan itu tubuh tinggal tulang sama kentut

Hei mister gelek
Lo tega mata gua kok nggak bisa melek
Hei mister gelek
Duit gopek gua kira cepek
Hei mister gelek
Perut laper ada tape pas gua sikat asem asem
Ndak taunya telek

Kerete Tiba Pukul Berapa ( iwan fals )

Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi

Waktu itu

Lama memang kutunggu kedatanganmu

Sobat karibku

Datang telegram darimu


Dua hari yang lalu

Tunggu aku

Di stasiun kereta itu pukul satu

Ku pacu sepeda motorku

Jarum jam tak mau menunggu

Maklum rindu


Traffic light aku lewati

Lampu merah tak peduli

Jalan terus

Di depan ada polantas

Wajahnya begitu buas

Tangkap aku

Tawar menawar harga pas tancap gas


Sampai stasiun kereta

Pukul setengah dua

Duduk aku menunggu

Tanya loket dan penjaga

Kereta tiba pukul berapa

Biasanya...kereta terlambat

Dua jam mungkin biasa

Dua jam cerita lama

Aku Bukan Pilihan ( iwan fals )

Aku Bukan Pilihan

Kini kumengungkap tanya
Siapakah dirinya?
Yang mengaku kekasihmu itu
Aku tak bisa memahami

Ketika malam tiba
Ku rela kau berada
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami

Aku lelaki tak mungkin
Menerima bila
Ternyata kau mendua
Membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan

Selalu terungkap tanya
Benarkah kini ada
Wanita yang kukenal hatinya
Aku tak bisa memahami

Tak perlu memilihku
Aku lelaki, bukan untuk dipilih

Rabu, 04 April 2012

Damai Kami Sepanjang Hari ( iwan fals )

Hangat mentari pagi ini
Antar ku pulang dari bermimpi
Ramah tersenyum matahari
Inginkan aku tuk bernyanyi

Indah pagi ini
Nada sumbang enyahlah kau
Biarkan kami

Perlahan kau bangunkan aku
Antarkan segelas kopi ( kopi susu )
Dengar canda adik adikmu
Inginkan aku segera bersatu

Indah pagi ini
Nada sumbang enyahlah kau
Biarkan kami

Semoga akan tetap abadi
Pagi ini
Pagi esok
Esok hari
Hari nanti

Semoga tak kan pernah berhenti
Canda hari ( pagi )
Canda pagi ( hari )
Damai kami Sepanjang hari

Lonteku ( iwan fals )

Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
Sembunyilah-sembunyi ucapmu...

Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku

Reff.

Lonteku... Terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku... Dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok

(*)

Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat-erat kita melangkah

Kembali ke Reff, (*), Reff (2x), fade out

Selasa, 03 April 2012

Sore Tugu Pancoran ( iwan fals )

Si budi kecil kuyup menggigil

Menahan dingin tanpa jas hujan

Di simpang jalan tugu pancoran

Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda

Si budi murung menghitung laba

Surat kabar sore dijual malam

Selepas isya melangkah pulang


Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu

Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu

Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu

Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal


Cepat langkah waktu pagi menunggu

Si budi sibuk siapkan buku

Tugas dari sekolah selesai setengah

Sanggupkah si budi diam di dua sisi

sarjana muda ( iwan fals )

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Reff I :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Reff II :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."

Isi Rimba ( Iwan fals )

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang

Berpadu dengan jerit isi rimba raya

Tawa kelakar badut-badut serakah

Dengan hph berbuat semaunya

Lestarikan alam hanya celoteh belaka

Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...

Oh mengapa.....


Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa

Menatap rimba yang dulu perkasa

Kini tinggal cerita

Pengantar lelap si buyung


Bencana erosi selalu datang menghantui

Tanah kering kerontang

Banjir datang itu pasti

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi

Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka

Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja


Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa

Mendengar gergaji tak pernah berhenti

Demi kantong pribadi

Tak ingat rejeki generasi nanti


Bencana erosi selalu datang menghantui

Tanah kering kerontang

Banjir datang itu pasti

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi

Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

kota 1 ( Iwan fals )

Kota adalah rimba
belantara buas
Dari yang terbuas.....
Setiap jengkal lorong
dan pecik darah
Darah dari iri...
darah dari benci
Bahkan darah dari sesuatu
yang tak pasti....

Kota adalah rimba belantara
liar dari yang terliar....
Setiap detik lidah-lidah liar
rakus menjulur lapar...

Tangis bayi adalah lolong
srigala...di bawah bulan....
Lengking tinggi merobek
batu-batu tebing keras dan kejam

Bernafas diantara sikut
licik dan garang
Bergerak diantara ganasnya
selaksa karat.....

Kota adalah hutan belantara
akal
Kuat dan berakar....
menjurai....
Di depan mata...siap
menjerat...
di depan mata....
siap menjerat....
leher kita.....

Kota 2 ( Iwan fals )

Kota yang kutinggali
Kini tak ramah lagi
Orang orang yang lewat
Beri senyumpun enggan

Disini aku lahir
Disini aku besar
Disini aku merasa
Bodoh

Kota yang kudambakan
Tawarkan kekerasan
Nyeri merobek hati
Tak dapat aku hindari

Sombongnya engkau berjanji
Kau lambungkan anganku
Mimpiku singgah di langit
Kau bohong

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Semakin muak
Dengar celotehmu
Durjana

Namun aku tak kuasa
Lepas dari rayuanmu
Roda roda berputar
Menggilas batin dan otakku

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Ingin aku lari pergi
Sembunyi tak bernyanyi
Namun kerasnya belenggu
Begitu kuat

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku terbuai
Oleh janjimu

Otakku yang kini hingar
Akan dengki meraja
Bisakah aku tinggalkan ?
Entah

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Otakku yang kini bising
Akan sirik menggila
Bisakah aku tinggalkan ?
Entah

Galeri Foto Iwan Fals




Iwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan Fals
Iwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan Fals

Iwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan Fals
Iwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan Fals

Iwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan FalsIwan Fals